Peringatan Bagi Manusia Yang Sibuk Dunia dan Lupa Akhiratnya | Ust. Sartono Munadi

0
75

Dalam perjalanan hidup ini, penting bagi kita untuk merenungkan hakikat dunia yang sebenarnya. Dunia adalah tempat sementara, bukan tempat keabadian. Bagaimana kita memandang dan memanfaatkan dunia akan membentuk akhirat kita kelak.

Jika kita menggunakan dunia sebagai sarana untuk ketaatan kepada Allah Ta’ala, maka tindakan-tindakan kita akan membawa hasil di akhirat. Namun, jika kita terlalu terikat pada syahwat dan kesenangan duniawi, kita mungkin mengalami kerugian, bukan hanya dalam hidup ini, tetapi juga di akhirat.

Allah Ta’ala berfirman dalam Al-Quran,

خَسِرَ الدُّنْيَا وَالْآخِرَةَ ذَلِكَ هُوَ الْخُسْرَانُ الْمُبِينُ

“Rugilah ia di dunia dan di akhirat. Yang demikian itu adalah kerugian yang nyata.” (QS. Al-Hajj [22]: 11). Ini mengingatkan kita tentang pentingnya menjaga keseimbangan antara dunia dan akhirat.

Orang yang bijak adalah mereka yang mampu menyibukkan diri dengan hal-hal yang akan membawa manfaat di hadapan Allah Ta’ala. Mereka memanfaatkan dunia sebagai sarana untuk memperoleh keberkahan, baik dalam urusan agama maupun dunia. Kesuksesan dalam hidup duniawi dan akhirat adalah anugerah bagi mereka yang memilih jalur ini.

Namun, kita tidak boleh terperdaya oleh pesona dunia. Allah Ta’ala mengingatkan kita untuk tidak terlalu terpaku pada kehidupan dunia, yang hanyalah sementara. Kita harus menghindari penggunaan waktu yang sia-sia dan berlebihan dalam mengejar materi. Kesuksesan yang sejati adalah saat kita dapat memanfaatkan harta, teknologi, dan kenyamanan dunia untuk mendukung ketaatan kepada Allah Ta’ala.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here